Menulis Paragraf Deskriptif

Sinopsis

Pernahkah Anda menulis paragraf tentang sesuatu yang dilihat, misalnya keramaian kota Jakarta, pemandangan alam, tempat yang pernah dikunjungi, atau kecantikan seseorang? Pernahkah Anda menuliskan suatu bunyi yang didengar, misalnya suara halilintar, deburan ombak, atau gemerisik angin? Pernahkah Anda melukiskan wanginya sebuah parfum atau baunya bangkai seekor tikus? Pernahkan Anda melukiskan nikmatnya makan buah durian yang lezat atau asamnya buah mangga yang masih muda? Pernahkah Anda melukiskan dinginnya udara pagi di daerah pegunungan atau panasnya trik matahari di siang bolong? Tentu pernah bukan? Apa yang pernah Anda lakukan itu adalah pendeskripsian sesuatu yang Anda alami, seakan-akan pancaindranya diaktifkan. Tulisan semacam itu disebut karangan deskriptif.

Bagaimana cara menulis paragraf deskriptif? Tentu tidak sulit, apabila Anda mengetahui langkah-langkah dan teknik menulis paragraf tersebut. Karena itu, ikutilah cara menulis paragraf deskriptif berikut dengan saksama!

Kompetensi dan Indikator

Indikator:

1. Menjelaskan pengertian paragraf deskriptif

2. Mengidentifikasi ciri-ciri karangan deskriptif

3. Megidentifikasi jenis karangan deskriptif

4. Menentukan topik paragraf deskriptif

5. Menyusun kerangka paragraf deskriptif sesuai dengan topik

6. Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf deskriptif dengan menggunakan frasa ajektif

7. Mengedit tulisan

Materi

Pengertian Paragraf Deskriptif

Perhatikan dengan cermat gambar pemandangan di samping!

Setelah Anda mengamati pemandangan tersebut, apa yang Anda lihat? Kira-kira apa yang Anda rasakan? Bagaimana suara-suara di sekitar alam tersebut? Kira-kira bau apa yang Anda rasakan?

Sekarang, hasil pengamatan Anda tersebut, cobalah ungkapkan dalam sebuah tulisan berbentuk paragraf yang terdiri atas beberapa kalimat. Jika sudah, coba bandingkan tulisan Anda dengan Contoh berikut.

Contoh :

Pemandangan alam di tempat wisata itu indah sekali. Pohon-pohon di sekitar tebing tampak hijau dan tumbuh dengan subur. Dari sela-sela tebing keluar air terjun dengan deras. Warnanya putih seperti kapas. Suaranya menggema ke angkasa menutupi suara burung-burung berkicau. Kemudian, membentuk aliran sungai yang bening. Batu-batu besar tampak hitam menghiasi sungai. Rerumputan terhampar hijau menambah suasana menjadi tambah sejuk.Angin bertiup menyebarkan aroma bunga liar yang tumbuh di sekitar itu.

Berdasarkan paragraf yang telah Anda baca, tentu Anda dapat menjelaskan pengertian paragraf deskriptif, yakni sebuah tulisan yang isinya bertujuan memberi gambaran suatu objek kepada pembaca secara rinci dan jelas tanpa disertai pendapat penulis terhadap objek tersebut.

Dengan kata lain paragraf deskripsi adalah karangan yang menggambarkan sesuatu benda, tempat, suasana atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, mencium,dan merasakan apa yang dirasakan oleh penulis.

Ciri-ciri Paragraf Deskriptif

Untuk memahami ciri-ciri paragraf deskriptif, coba Anda baca kembali paragraf yang tersaji.

Pemandangan alam di tempat wisata itu indah sekali. Pohon-pohon di sekitar tebing tampak menghijau dan tumbuh dengan subur. Dari sela-sela tebing keluar air terjun dengan deras. Warnanya putih seperti kapas. Suaranya menggema ke angkasa menutupi suara burung-burung berkicau. Kemudian, membentuk aliran sungai yang bening. Batu-batu besar tampak hitam menghiasi sungai. Rerumputan terhampar hijau menambah suasana menjadi tambah sejuk. Angin bertiup menyebarkan aroma bunga liar yang tumbuh di sekitar itu.

Setelah Anda memahami isi paragraf deskriptif tersebut, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri paragraf deskriptif adalah Karangan yang melukiskan sesuatu sehingga tergambar:

1. Mata melihat apa?

2. Hidung mencium apa?

3. Kuping mendengar apa?

4. Mulut merasakan apa?

5. Kulit merasakan apa?

Jenis paragraf deskriptif

Deskriptif sugestif

Jenis karangan ini berusaha untuk menciptakan suatu penghayatan terhadap objek melalui imajinasi para pembaca. Pengalaman atas objek itu harus menciptakan kesan atau interprestasi. Rangkaian kata-kata yang dipilih oleh penulis untuk menggambarkan ciri, sifat, atau watak objek tersebut diciptakan sugesti tertentu pada pembaca. Dengan kata lain deskripsi sugestif berusaha untuk menciptakan suatu penghayatan terhadap objek melalui imajinasi para pembaca.

Misalnya, deskripsi tentang keadaan di hutan yang sepi dan terdengar bunyi-bunyi atau suara binatang, ketenangan sebuah dusun.

Contoh :

Gedung sekolah ini terletak di tepi jalan, tetapi tidak terasa bising. Kelas-kelasnya jauh dari jalan dan kendaraan tidak terlalu banyak yang lewat ke sana. Bangunan kuno yang berdiri sejak lima puluh tahun lampau ini, kini masih terlihat kokoh karena terpelihara dan terawat dengan baik. Pohon-pohon besar mengelilingi gedung sekolah itu membuat udara sejuk di sekitar itu.

Deskriptif teknis atau ekspositoris.

Deskripsi teknis atau ekspositoris menciptakan agar pembaca dapat mengenalinya bila bertemu atau berhadapan dengan suatu objek. Misalnya, deskripsi tentang keadaan suatu ruang atau tempat.

Contoh :

Kamar tidurku tidaklah luas hanya berukuran 3 x 4. Semua barang-barang tertata rapi di dalamnya. Tempat tidur diletakkan di pojok kanan dari pintu masuk. Meja belajar ditata di depan jendela. Sedangkan lemari pakaian diletakkan di sebelah kiri tempat tidur.

Topik Paragraf Deskriptif

Sebelum Anda menulis paragraf deskriptif, hal yang harus dilakukan adalah menentukan topik. Topik sangat banyak dan bertebaran di mana-mana. Topik dapat dicari dari masalah-masalah, seperti politik, ekonomi, kesenian, olahraga, kesehatan, pariwisata, pendidikan, teknologi, dan hiburan. Dari topik-topik tersebut, kita harus menentukan topik yang sesuai dengan ciri-ciri paragraf deskriptif.

Ciri-ciri paragraf deskriptif adalah karangan yang melukiskan sesuatu sehingga tergambar: Mata melihat apa? Hidung mencium apa? Kuping mendengar apa? Mulut merasakan apa? Kulit merasakan apa?

Setelah menentukan topik, topik tersebut perlu dibatasi supaya masalah dan ruang ringkup yang dibahas tidak terlalu luas dan justru menjadi lebih jelas. Topik dapat dibatasi berdasarkan tempat, waktu, sebab-akibat, dan rincian.

Contoh topik paragraf deskriptif:

1. Keindahan pantai

2. Kecantikan seorang gadis

3. Kebersihan lingkungan

4. Sejuknya hawa pegunungan

5. Panasnya udara di siang hari

Menyusun kerangka karangan

Kerangka karangan adalah garis besar dari hal-hal yang hendak ditulis. Dengan kerangka, penulis dimudahan untuk menuangkan ide secara sistematis, terarah, dan kemungkinan mendapatkan kelengkapan materi. Kerangka paragraf deskriptif harus menggambarkan keadaan atau suasana suatu objek yang akan dideskripsikan. Contoh menyusun kerangka.

Topik : Suasana Malam

Kerangka paragraf:

1. malam indah

2. bintang bertaburan

3. udara dingin

4. suara burung hantu bersahut-sahutan

5. bulan memancarkan sinarnya

6. tidak ada yang lewat

Mengembangkan kerangka

Kerangka paragraf yang telah Anda susun, kemudian dikembangkan menjadi sebuah paragraf yang terdiri atas kalimat utama (jika ada) dan kalimat-kalimat penjelas. Kalimat utama dapat dituangkan di awal paragraf (deduktif), di akhir paragraf (induktif) , atau di awal dan diulang pada akhir paragraf (deduktif-induktif). Pengembangan kerangka tersebut sebaiknya dengan cara satu pikiran penjelas dikembangkan menjadi satu kalimat penjelas.

Kalimat utama adalah kalimat tempat dituangkan topik paragraf/pikiran utama/ ide pokok.

Kalimat penjelas adalah kalimat yang menjelaskan pikiran-pikiran penjelas.

Contoh:

Topik : Suasana Malam

Kerangka paragraf:

1. malam indah

2. bintang bertaburan

3. udara dingin

4. suara burung hantu bersahut-sahutan

5. bulan memancarkan sinarnya

6. tidak ada yang lewat


Pengembangan

Malam itu indah sekali. Bintang-bintang di langit bertaburan dengan memancarkan cahaya yang kelap-kelip. Udara dingin menggigit tubuhku. Suara burung hantu bersahut-sahutan membuat bulu kudukku merinding. Bulan memancarkan sinarnya ke seluruh alam semesta. Tidak ada seorang pun yang lewat di sekitarku.

Setelah Anda baca paragraf tersebut, Anda akan mengetahui bahwa kata-kata yang tercetak tebal merupakan kerangka paragraf, sedangkan kata-kata yang dicetak biasa merupakan pengembangan kerangka tersebut.

Frasa Ajektif dalam Paragraf deskriptif

Frasa ajektif adalah kelompok kata yang unsur intinya berupa kelas kata sifat. Misalnya: sangat cerdas (unsur intinya cerdas), baik sekali (unsur intinya baik), indah nian (unsur intinya indah). Frasa Ajektif biasanya banyak digunakan dalam paragraf deskriptif. Paragraf yang banyak menggunakan frasa ajektif biasanya lebih jelas dan menarik. Contoh penggunaan frasa ajektif (tercetak miring) dalam paragraf deskriptif.

Pantai sepanjang 4 km ini sangat landai. Pasirnya putih bersih. Air lautnya bening sekali. Tidak jauh dari pantai tersebut tampak sebuah cottages yang cukup menarik bagi wisatawan. Di sekeliling cotteges itu tampak taman yang tertata sangat rapi dan menarik. Pulau yang terdapat di depan pantai ini tampak airnya bergelombang sangat tenang dan jernih.