Kompetensi
Dengan mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat:
- Menjelaskan pengertian bumi.
- Menjelaskan rotasi bumi.
- Menjelaskan revolusi bumi.
- Menyebutkan bulan sebagai satelit bumi
- Mengidentifikasi dampak rotasi bumi.
- Menjelaskan dampak revolusi bumi.
Materi
Pengantar
Hanya satu Planet Bumi

Bumi merupakan satu-satunya planet yang memiliki keistimewaan, terutama bagi manusia dan mahluk hidup lainya. Angin bergerak dengan teratur, siklus air berjalan dengan baik, tanaman tumbuh subur pada lapisan tanah hanya di Bumi, di planet tidak.
Dari luar angkasa Bumi kita tampak berwarna biru dan putih (terlihat gambar di samping), warna biru ke putih-putihan berasal dari air yang menutupi 2/3 permukaan bumi, sedang warna putih berasal dar awan yang berterbangan di atmosfer Bumi.
Mau tau uraiannya, bagaimana perjalananya ikuti materi berikut ini, OK…
Bumi kita adalah sebuah planet, yaitu merupakan benda langit, dan termasuk anggota Tata Surya. Bumi di jagad raya ini bukan merupakan satu-satunya planet, tetapi terdapat planet-planet lain, yang pusatnya adalah Matahari.
Bumi dikatakan sebagai planet biru, karena sebagian dari permukaan Bumi diselimuti air.
Bumi kita adalah sebuah planet, yaitu merupakan benda langit, dan termasuk anggota Tata Surya. Bumi di jagad raya ini bukan merupakan satu-satunya planet, tetapi terdapat planet-planet lain, yang pusatnya adalah Matahari.
Bumi dikatakan sebagai planet biru, karena sebagian dari permukaan Bumi diselimuti air.
Pengertian Bumi
Bumi kita berdiameter 12.756 km di equator dan 12.712 km pada arah Kutub, oleh sebab itu Bumi tidak bulat melainkan lonjong. Luas permukaan bumi 510 juta km2 dimana 75% terdiri dari lautan. Beratnya diperkirakan 5,976x 1021 . Lingkaran khatulistiwa 40.000km.
Dengan demikian ketika berotasi kecepatanya 1.673km/jam (464,82 meter/detik) pada khatulistiwa, karena berotasi sekali dalam 24 jam.
Sedangkan ketika berevolusi kecepatannya 30.2567km/detik.
Dengan demikian ketika berotasi kecepatanya 1.673km/jam (464,82 meter/detik) pada khatulistiwa, karena berotasi sekali dalam 24 jam.
Sedangkan ketika berevolusi kecepatannya 30.2567km/detik.
Bumi adalah planet yang menempati urutan 

ketiga dalam Tata Surya, setelah planet
Mercurius dan Venus, dan planet Bumi
merupakan satu-satunya planet pada Tata
Surya ini yang dihuni mahluk hidup terutama
manusia, Atmosfer Bumi terdiri dari beberapa
unsur zat, (perhatikan gambar berikut yang
secara tersusu unsur zat yang ada pada
lapiasan bumi, sebagai berikut:
Zat lemas 78%, Oksigen 21%; Orgon 0,9%,
dan unsur lainya seperti karbon dioksida, dan
ozon yang jumlahnya sangat sedikit.
Bumi terbungkus oleh lapisan atmosfer,dan permukaan Bumi tertutup oleh 71% lapisan air dan 29% terdiri dari daratan. Seperti apakah susunan bagian dalam Bumi ?
Komposisi bagian dalam bumi adalah sebagai berikut;
Komposisi bagian dalam bumi adalah sebagai berikut;
- Barysfeer, pada lapisan ini tebalnya±3.470km dan terdiri dari unsure nikel dan ferum
- Lapisan perantara, pada lapisan ini bagian dalam bumi memiliki ketebalan±1.700km yang terdiri dari batuan meteorit, pada lapisan initerdiri dari lapisan periodit kedalamanya ±1.540km dmb, lapisan ferrosporadis kedalamanya 700km,dan lapisan lithosporadis ketebalanya 700km
- Lapisan lithosfer, ini merupakan lapisan terluar dari Bumi.
Lapisan lithosfer ketebalannya± 60km, sering juga disebut dengan lapisan batu-batuan, terbagi lagi lapisan terluar dinamakan lapisan Sial, karena teridiridari SiO2 dan Al2O3 dan bagian dalamnya lapisan Sima terdiri dari SiO2 dan MgO, Al2O3
Bumi adalah bagian dari Tata Surya yang terdiri dari beberapa bagian :
1. Kerak Bumi (Crust)

Kerak Bumi Unsur-unsur kimia utama
pembentuk kerak Bumi adalah: Oksigen (O)
(46,6%), Silikon (Si) (27,7%), Aluminium (Al)
(8,1%), Besi (Fe) (5,0%), Kalsium (Ca)
(3,6%), Natrium (Na) (2,8%), Kalium (K)
(2,6%), Magnesium (Mg) (2,1%).
Kerak Bumi merupakan bagian terluar dari Bumi yang terdiri dari :
Kerak benua yang mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km. Tersusun atas batuan granit yang memiliki kepadatan rendah (Lapisan Granitis). Kerak samudra yang mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km.Tersusun atas batuan basalt yang memiliki kepadatan tinggi (Lapisan Basaltis).
2. Selimut (Mantel)
Lapisan mantel merupakan lapisan tebal 

yang terletak di antara kerak dan inti bumi.
Sebelum mantel bumi, terdapat lapisan yang
disebut diskontinuitas mohorovicic (Lapisan
Mohorovisik). 80% dari volume bumi
merupakan mantel. Tersusun atas mineral besi dan magnesium silikat. Mantel bumi ada
yang bersifat cair dan padat.
3. Inti (Core)
Inti Bumi adalah lapisan bumi terdalam 

dengan batuan yang paling padat
dibandingkan dengan lapisan lainnya.
Terbagi dua :
- Inti Luar yang bersifat cair dengan
ketebalan 2.891-5.150 km
- Inti Dalam yang bersifat padat
Terbagi dua :
- Inti Luar yang bersifat cair dengan
ketebalan 2.891-5.150 km
- Inti Dalam yang bersifat padat
Berdasarkan sifat fisiknya lapisan bumi dibedakan menjadi:

Lapisan Litosfer berasal dari kata lithos = batuan dan sphere = lapisan.
Unsur penyusun litosfer adalah oksigen (46,6%), silikon (27,7%), alumunium (8,1%), besi 5%, kalsium 3,6%, natrium 2,8%, kalium 2,6%, magnesium 2.1%. Berada di bagian paling atas muka Bumi. Ketebalan sekitar 100 km.
Unsur penyusun litosfer adalah oksigen (46,6%), silikon (27,7%), alumunium (8,1%), besi 5%, kalsium 3,6%, natrium 2,8%, kalium 2,6%, magnesium 2.1%. Berada di bagian paling atas muka Bumi. Ketebalan sekitar 100 km.
Lapisan Mesosfer, Berada pada kedalaman antara 100-350 km. Pada lapisan ini batuan mendekati titik lelehnya, sehingga lapisan ini mudah terdeformasi, panas, dan bersifat plastis.
Lapisan Astenosfer, Berada pada kedalaman antara 350-2.883 km. Temperatur sangat tinggi karena dekat dengan inti Bumi. Batuan pada lapisan ini relatif kuat karena mendapat tekanan yang sangat kuat.
2. bukti bumi berputar pada sumbunya
Percobaan Benda ayun (Ayunan Foucault.)
Bola B pada gambar …. Digantungkan pada P, dengan satu tali yang halus dan panjang. Misalkan titik Q adalah titik kutub utara Bumi, dan garis QP adalah garis panjang sumbu Bumi.
Bola B diayunkan sehungga bolak-balik pada suatu bidang tertentu P-R-S, dibawah misalkan suatu lingkaran (R-V-S-U-R).
Mula-mula proyeksi bola B ke Bumi adalah menuruti busur meridian Bumi R-Q-S, karena Bumi berputar, lingkaran R-V-S-U-R pun turut berputar juga.
Tetapi bidang ayunan P-R-S selalu tetap pada keudukan semula (karena bola B tergantung pada tali halus dan panjang, jadi putaranya tidak terasa), sesudah 6 jam maka akan ternyata, bahwa proyeksi ayunan bola B menuruti busur meridian bumi U-Q-V dan sesudah 12 jam akan meruti busur meridian S-Q-R, sesudah 18 jam menuruti busur meridian V-Q-U, dan sesudah 24 jam kembali lagi menuruti semula R-Q-S. Karena arah bidang ayunan itu tetap tidak berubah (menuju bintang Spica), dapatlah dipastikan, bahwa Bumi yang berputar pada sumbunya. Di kutub Utara putarannya 360° dalam waktu 24 jam.
Bola B pada gambar …. Digantungkan pada P, dengan satu tali yang halus dan panjang. Misalkan titik Q adalah titik kutub utara Bumi, dan garis QP adalah garis panjang sumbu Bumi.
Bola B diayunkan sehungga bolak-balik pada suatu bidang tertentu P-R-S, dibawah misalkan suatu lingkaran (R-V-S-U-R).
Mula-mula proyeksi bola B ke Bumi adalah menuruti busur meridian Bumi R-Q-S, karena Bumi berputar, lingkaran R-V-S-U-R pun turut berputar juga.
Tetapi bidang ayunan P-R-S selalu tetap pada keudukan semula (karena bola B tergantung pada tali halus dan panjang, jadi putaranya tidak terasa), sesudah 6 jam maka akan ternyata, bahwa proyeksi ayunan bola B menuruti busur meridian bumi U-Q-V dan sesudah 12 jam akan meruti busur meridian S-Q-R, sesudah 18 jam menuruti busur meridian V-Q-U, dan sesudah 24 jam kembali lagi menuruti semula R-Q-S. Karena arah bidang ayunan itu tetap tidak berubah (menuju bintang Spica), dapatlah dipastikan, bahwa Bumi yang berputar pada sumbunya. Di kutub Utara putarannya 360° dalam waktu 24 jam.

3. Angin-angin Pasat
Semula angin merupakan angin Utara dan angin Selatan menuju Equator, tetapi karena putaran Bumi pada sumbunya membiaslah angin-angin tersebut, sehingga merupakan Angin Timur Laut dan Tenggara.

4. Pepat Bumi.Bumi pada kedua kutub dapat juga membuktikan, bahwa bumi berputar pada sumbunya, dahulu tatkala bumi masih lunak (barang yang lunak bila diputar pada sumbunya tentu pepat pada kedua ujungnya).
Pengukuran menunjukkan, bahwa untuk memperoleh jarak 1º di dekat kutub lebih panjang dibanding dengan di Equator, berarti bahwa muka Bumi di Equator melengkung, di Kutub Utara dan Selatan Bumi seperti di pepat, hal ini karena Bumi berputar. Jadi sumbu Bumi lebih pendek dari garis menengah Equator.



1. pada B1 seluruhnya bagian Bulan itu yang mendapat sinar dari Matahari tidaklah nampak dari bumi, seluruhnya Bulan tidak dapat dilihat dari Bumi dinamakan Bulan Mati (Bulan Baru).
2. pada B2 Tampak Bulan itu dari Bumi seperti Sabit 3. pada B3 seperti setengah bulatan, deisbut minggu (kwartir) 4. pada B5 bulan purnama 5. pada B7 minggu (kwartir) terakhir
2. pada B2 Tampak Bulan itu dari Bumi seperti Sabit 3. pada B3 seperti setengah bulatan, deisbut minggu (kwartir) 4. pada B5 bulan purnama 5. pada B7 minggu (kwartir) terakhir
- pada B2 dan B8, meskipun kedua-duanya berbentuk Sabit, tetapi arah kedua ujung berlawanan. Pada B2 ujungnya itu menghadap ke Barat selama arahnya seperti ini disebut Bulan timbul
- pada B8 ujungnya menghadap ke Timur, kalau arahnya semacam itu orang menyebut Bulan Surut. Besarnya Bulan hanya 1/49 bumi. Jarak dari Bumi bila dibandingkan dengan jarak Matahari
- terhadap Bumi dan planet-planet lainya.
Bulan dan Bumi adalah benda langit yang tidak memiliki cahaya sendiri, cahayanya merupakan pantulan dari cahaya Matahari.kedua benda itu mempunyai baying-bayang seperti kerucut. Bayang-bayang kerucut Bumi kra-kira 4 kali bayang-bayang Bulan.
Bila bayang-bayang Bumi mengenai Bulan, maka disebut Gerhana Bulan.
Gerhana ini terjadi bila Bulan bertepatan berada pada sekitar titik simpul, sehingga Matahari-Bulan-Bumi tegak lurus terletak pada satu garis. Bulatan Bulan tidaklah sekaligus jadi gelap, pada waktu gerhana, tetapi berangsur-angsur. Jika telah semua semua gelap maka disebut Gerhana Sempurna atau disebut juga Gerhana Total.
Gerhana ini terjadi bila Bulan bertepatan berada pada sekitar titik simpul, sehingga Matahari-Bulan-Bumi tegak lurus terletak pada satu garis. Bulatan Bulan tidaklah sekaligus jadi gelap, pada waktu gerhana, tetapi berangsur-angsur. Jika telah semua semua gelap maka disebut Gerhana Sempurna atau disebut juga Gerhana Total.
Rotasi Bumi